Indonesia berjanji untuk memotong defisit anggaran meskipun terjadi pandemi

(Bloomberg) – Indonesia akan tetap berjanji untuk mengurangi defisit anggaran hingga kurang dari 3% dari produk domestik bruto pada 2023, meskipun ada ketidakpastian anggaran yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Perekonomian terbesar di Asia Tenggara itu diharapkan mampu menurunkan defisitnya menjadi 2,71% dari PDB pada 2023, dari 4,5% -4,85% pada tahun sebelumnya, kata Menteri Luar Negeri, Senin. Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada sidang parlemen. Rasio defisit akan terus menurun menjadi 2,6% pada tahun 2025.

“Kombinasi pemulihan ekonomi dan konsolidasi fiskal memang tidak mudah, apalagi jika digabungkan dengan ketidakpastian Covid-19,” kata Indrawati. Dia mendesak anggota parlemen untuk mewaspadai goal defisit saat mengerjakan APBN 2022.

Lonjakan baru dalam kasus Covid-19 mengancam pemulihan ekonomi Indonesia yang baru lahir dan mempersulit pemerintah untuk mendanai paket stimulus yang lebih besar tanpa meningkatkan utangnya. Namun, negara tersebut telah berulang kali berjanji untuk mengekang pengeluaran terkait pandemi, sambil berusaha membangun kredibilitas dengan investor dan perusahaan pemeringkat.

Menurut Indrawati, pemerintah dapat membuat pengeluaran lebih efisien dan memanfaatkan strategi pembiayaan baru seperti dana kekayaan untuk menghasilkan lebih banyak pembiayaan ekuitas daripada hutang. Pajak baru juga dapat diberlakukan, meskipun diatur waktunya dengan cermat agar tidak mengganggu momentum perekonomian.

Lender Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun depan dapat bervariasi dari 5% hingga 5,5%, lebih lambat dari focus on pemerintah sebesar 5,2% hingga 5,8%. Gubernur Perry Warjiyo mengatakan pada sidang yang sama bahwa “pemulihan konsumsi swasta tidak secepat yang diharapkan karena kendala mobilitas dan peningkatan kasus Covid-19”.

Warjiyo telah mengindikasikan bahwa lender sentral siap untuk mempertahankan suku bunga rendah untuk sisa tahun ini, dengan mengatakan tekanan inflasi tidak mungkin muncul hingga awal 2022.

READ  Bos Lion Air khawatir PSBB Jakarta akan berdampak penuh pada industri penerbangan

Poin kuat lainnya:

  • Untuk tahun 2022:
    • Defisit transaksi berjalan sebesar 1% -2% dari PDB
    • Nilai tukar rupee rata-rata antara 14.100 dan 14.500 per dolar AS
    • Inflasi sebesar 2% -4%
  • Defisit anggaran tahun 2023 terlihat pada 2,71% -2,97% dari PDB
  • Kesenjangan anggaran 2024 sebesar 2,69-2,85% dari PDB dan defisit 2025 sebesar 2,6-2,74% dari PDB

© 2021 Bloomberg LP

Written By
More from Faisal Hadi

NASA menandatangani nota kesepahaman dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang penggunaan ruang angkasa secara damai

NASA menandatangani nota kesepahaman dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang penggunaan ruang angkasa secara...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *