Lebih dari 50 orang tewas setelah banjir bandang di Indonesia dan Timor-Leste

Banjir dan tanah longsor menyebabkan bendungan meluap, menenggelamkan ribuan rumah.

Jakarta:

Lebih dari 50 orang tewas pada Minggu setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda Indonesia timur dan negara tetangga Timor Leste, kata pihak berwenang, memperingatkan jumlah korban bisa meningkat lebih lanjut.

Banjir dari hujan lebat telah mendatangkan malapetaka dan kehancuran di pulau-pulau yang membentang dari Pulau Flores di Indonesia hingga Timor-Leste, sebuah negara kecil di bagian timur kepulauan Indonesia.

Banjir dan tanah longsor menyebabkan bendungan meluap, menenggelamkan ribuan rumah dan memaksa penyelamat berjuang untuk mencapai korban yang terperangkap sesudahnya.

“Empat kecamatan dan 7 desa terdampak. Setelah dicek datanya dengan tim kami di lapangan, ternyata ada 41 orang yang meninggal, ”kata Raditya Jati, juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Indonesia, merevisi angka-angka tersebut, turun dari angka-angka sebelumnya.

“27 orang masih hilang dan sembilan orang luka-luka,” tambahnya.

Lumpur membanjiri rumah, jembatan, dan jalan di Kotamadya Flores Timur, tempat tim penyelamat berjuang untuk mencapai daerah yang terisolasi dan terdampak parah akibat hujan dan gelombang besar.

Di negara tetangga Timor Leste, 11 orang tewas akibat banjir di ibu kota Dili, kata pihak berwenang.

“Kami selalu mencari daerah yang terkena bencana alam,” kata Sekretaris Negara Perlindungan Sipil Timor Leste Joaquim Jose Gusmao dos Reis Martins kepada wartawan.

Korban tewas dan jumlah korban terluka bisa meningkat lebih lanjut, pihak berwenang memperingatkan.

“Beberapa orang meninggal”

Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli memperkirakan ada 60 korban di kotanya.

“Mayoritas dari mereka, 55 tahun, berada di desa Lemanele. Banyak orang tewas di sini karena desa tersebut terkena dampak tanah longsor dan banjir bandang,” katanya kepada AFP, memberikan angka yang belum dikonfirmasi oleh otoritas nasional.

READ  Sepupu dari planet 9 ditemukan

Gambar dari Lemanele menunjukkan rumah-rumah yang tenggelam, puing-puing menutupi seluruh jalan, pohon tumbang, dan kabel listrik yang rusak.

Di Lembata, sebuah pulau di tengah-tengah antara Flores dan Timor, sebagian desa yang terkena dampak telah dipindahkan ke lereng gunung dan dekat pantai, menurut seorang wartawan AFP di tempat kejadian.

Akses jalan terputus dan aparat setempat terpaksa mengerahkan alat berat untuk membuka kembali jalan.

Para korban luka dievakuasi ke desa-desa terdekat yang tidak terkena banjir bandang, serta ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan setempat.

Gambar dari Lembata menunjukkan warga tanpa alas kaki mengarungi lumpur mengevakuasi para korban dengan tandu darurat yang dikelilingi oleh rumah-rumah yang runtuh.

Meluapnya bendungan

Secara terpisah pada hari Minggu, dua orang tewas dalam banjir besar di kota Bima, di provinsi tetangga Nusa Tenggara Barat, menurut badan bencana.

Bendungan di empat kecamatan juga meluap, menenggelamkan hampir 10.000 rumah di Bima setelah hujan lebat selama sembilan jam, kata Jati.

Tanah longsor yang fatal dan banjir bandang biasa terjadi di kepulauan Indonesia selama musim hujan.

Pada bulan Januari, banjir bandang melanda kota Sumedang di Jawa Barat, menewaskan 40 orang.

Dan September lalu, sedikitnya 11 orang tewas akibat longsor di Kalimantan.

Badan bencana nasional memperkirakan bahwa 125 juta orang Indonesia – hampir setengah dari populasi negara – tinggal di daerah berisiko longsor

Bencana sering kali disebabkan oleh penggundulan hutan, menurut ahli lingkungan.

(Kecuali untuk judulnya, cerita ini tidak diedit oleh staf NDTV dan diposting dari umpan tersindikasi.)

Written By
More from Suede Nazar

Teleskop Luar Angkasa Spitzer Merekam Bintang Pabrik, Terlihat Seperti Ini

JAKARTA – Misi antarplanet pertama dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengirim...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *