Lender Indonesia Jelaskan Pengaruh Crypto Asset Terhadap Stabilitas Ekonomi dan Keuangan

TEMPO.CO, Jakarta Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni Primanto Joewono pada acara sampingan G20 tentang ekonomi electronic di Badung, Bali, mengatakan diperlukan kerangka regulasi untuk mengatasi masalah stabilitas aset kripto.

“Aset kripto memiliki potensi untuk membantu mengungkap risiko baru yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi, moneter, dan sistem keuangan,” kata Don pada acara “Memajukan Ekonomi dan Keuangan Digital” yang disebut-sebut pada 12 Mei. Juli. antaranews dilaporkan.

Namun, ia berpendapat bahwa crypto juga menawarkan potensi untuk memperluas inklusivitas dan efisiensi sistem keuangan. Digitalisasi mengubah aktivitas masyarakat dan aspek kehidupan secara umum, termasuk aktivitas keuangan yang terbukti di tengah pandemi Covid-19, yang telah membantu memajukan pertumbuhan aset kripto.

Dia percaya bahwa aset kripto telah memotivasi bank sentral di banyak negara untuk mengeksplorasi desain dan penerbitan mata uang digital bank sentral (CBDC). Karena itu, lanjutnya, sebagian besar financial institution sentral di dunia mulai melakukan penelitian dan pengujian untuk menemukan konfigurasi yang sempurna untuk karakteristik masing-masing negara.

“Sejumlah lender sentral terus mengkaji secara cermat kemungkinan dampak CBDC, termasuk Indonesia,” jelasnya.

Lender Indonesia terus mengkaji CBDC dan bertujuan untuk menerbitkan buku putih tentang perkembangan rupiah electronic.

ANTARA

Klik disini untuk mendapatkan berita terbaru dari Tempo di Google News

READ  Ketentuan baru Indonesia untuk sektor konstruksi di bawah hukum umum
Written By
More from Faisal Hadi
Oman dan Indonesia menandatangani perjanjian transportasi udara
Otoritas Penerbangan Sipil (CAA) Oman telah menandatangani Perjanjian Transportasi Udara dengan pemerintah...
Read More
Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *