Pesta Olahraga Nasional ke-20 di Papua Terapkan Protokol Kesehatan – Informal

Informasi (The Jakarta Post)

– ●
Kam 7 Oktober 2021

2021-10-07
08:01
4
e97434844e8b78f10c5dca9afbd48bc1
4
Informatif

Untuk membebaskan

20e Pesta Olahraga Nasional Papua yang berlangsung pada 2-15 Oktober ini melibatkan atlet dan ofisial dari seluruh provinsi. Pandemi telah membuat memastikan keselamatan dan kesehatan semua yang berpartisipasi dalam acara multi-olahraga menjadi tantangan besar. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan telah melakukan segala upaya untuk meminimalisir penularan COVID-19 melalui berbagai strategi, seperti menjaga penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan Papua Games sejauh ini berjalan dengan baik. Semua kompetisi diselenggarakan dengan baik sementara protokol sanitasi dihormati dengan baik. Beberapa pihak terlibat dalam pengawasan pertandingan tersebut, antara lain Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Ini adalah kerja sama multi-stakeholder; semua pihak bekerja sama. Pengawasan dilakukan secara berkala, melibatkan Kepala BNPB dan Menteri Kesehatan sendiri,” kata Zainudin dalam diskusi, Selasa.

Beberapa tingkat prinsip perlindungan kesehatan diterapkan di Papua Games, dan diterapkan sesuai dengan pengalaman Olimpiade Tokyo. Seperti sistem bubble to bubble, yang mengharuskan semua orang divaksinasi sebelum memasuki ruangan. Selain itu, semua atlet dan ofisial harus menjalani tes COVID-19 reguler, dengan pengujian antigen sebagai minimum.

Satu-satunya tujuan dari rangkaian tes tersebut, lanjutnya, adalah untuk memberikan perlindungan maksimal kepada semua pihak, termasuk warga sekitar yang sangat antusias dengan Papua Games.

“Papua Games merupakan event yang paling dinanti oleh masyarakat Papua; Oleh karena itu, kita harus memberikan perlindungan kepada mereka,” ujarnya.

Dia menambahkan, kebutuhan untuk menjaga protokol kesehatan harus disikapi sebagai bagian dari rutinitas baru, karena akhir pandemi masih belum jelas.

READ  Kisah cinta hujan dan wanita tercantik Korea, awalnya bertepuk tangan dengan satu tangan

Mengomentari perlindungan kesehatan lebih lanjut, Ketua Penyelenggara Papua Games, Mayjen (Purn) Suwarno, mengatakan proses khusus diterapkan pada semua pihak yang terlibat dalam event multisport tersebut.

Ia mengatakan sebelum keberangkatan semua atlet harus divaksinasi, menjalani tes PCR dan diisolasi di provinsi masing-masing. Setibanya di sana, para atlet harus menjalani tes antigen lagi dan tinggal di akomodasi yang sesuai dengan olahraga mereka. Atlet hanya diperbolehkan pergi dari akomodasi mereka ke tempat olahraga. Mengunjungi tempat lain sangat dilarang, sebagaimana diatur oleh sistem gelembung.

“Jika dicurigai infeksi, maka harus diuji dengan tes antigen yang dilanjutkan dengan PCR. Jika positif, mereka harus dikirim ke ruang isolasi dan penyelenggara lokal harus segera mencari kontak dekat. Atlet full body contact seperti atlet wushu atau pegulat harus diuji dengan tes antigen sebelum bertanding,” kata Suwarno.

Sebelum kembali ke rumah, semua atlet harus menjalani tes PCR untuk memastikan kesehatan yang baik dan memenuhi persyaratan penerbangan. Setibanya di provinsi masing-masing, Suwarno berharap kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) cabang provinsi untuk memastikan semua atlet melakukan isolasi mandiri untuk jangka waktu agar tidak membawa virus kembali ke rumah.

“Saat ini Papua dan Maluku terkena pembatasan aktivitas sosial level 2,” kata Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Brigjen. Jenderal (pensiunan) Alexander Ginting yang hadir dalam acara yang sama mengatakan.

Dia mengatakan warga diimbau untuk mempersiapkan alat pelindung kesehatan sebelum mengunjungi tempat-tempat olahraga.

Gugus tugas mengkampanyekan perlunya pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak, serta program tes, tracing and treatment (3T), dan divaksinasi minimal sekali.

“Kami juga menjelaskan bahwa jika Anda merasakan gejalanya, maka jangan keluar rumah atau pergi ke tempat olahraga. Silakan berkonsultasi dengan dokter untuk menghindari penularan”,

READ  Gunung Merapi meludahkan awan panas, 500 dievakuasi

Alexander menambahkan, penyelenggara memaksa semua pengunjung untuk memakai masker selama Papua Games.

Sampai saat itu, kata dia, protokol kesehatan dan regulasi teknis lainnya tetap dijunjung tinggi. Ini termasuk larangan bersorak kelompok sambil melihat situs, kebijakan pemeliharaan jarak jauh, pengujian COVID-19, dan bekerja dengan gugus tugas COVID-19 nasional.

“Kita harus mencegah agar Pesta Olahraga Nasional tidak menjadi episentrum kontraksi COVID-19,” katanya.

Peraih medali emas wushu Edgar Xavier Marvelo mengakui bahwa para atlet bertanding dalam suasana yang sangat berbeda.

“Sebelumnya kami hanya fokus pada kompetisi, tetapi saat ini kami perlu meningkatkan prioritas kesehatan kami karena pandemi,” katanya.

Edgar mengimbau seluruh atlet junior untuk tidak menyerah pada situasi pandemi saat ini dan tetap melanjutkan latihan.

“Tapi itu harus dilakukan dengan hati-hati. Kita harus menjaga disiplin protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi. Kita semua berharap pandemi ini segera berakhir, dan kemudian kita dapat melanjutkan kehidupan kita secara normal, ”tambahnya.

Ia juga berharap Papua Games bisa sukses dan menandai dimulainya peningkatan aktivitas penduduk di masa pandemi dengan fokus pada perlindungan kesehatan.

“Pandemi bukan lagi halangan untuk terus berkarya dan menjadi high performer. “

More from Benincasa Samara
Ade Firman Hakim meninggal dunia pada usia 31 tahun, berikut ini latar belakang profesinya
Ade Firman Hakim. Foto: Dedi Yondra / JPNN.Com jpnn.com, JAKARTA – Hengkangnya...
Read More
Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *