Polisi tangkap penonton Papua Games karena pakai kaos Bintang Kejora

Oleh Maria Baru di Sorong, Papua Barat

Saudara Frater Anton Syufi dari Ordo Santo Agustinus Papua (OSA) ditangkap Polres Jayapura karena mengenakan Bintang Kejora (BK) T-shirt bendera kemerdekaan menonton pertandingan sepak bola antara Papua dan Nusa Tenggara Timur di Pesta Olahraga Nasional Indonesia di Stadion Mandala.

Hal ini disampaikan Frater Kristianus Sasior, juga dari OSA, yang mendampingi Saudara Syufi di Polres Jayapura.

Syufi yang ditangkap pada Minggu pukul 04.00 dan ditahan hingga pukul 19.00, akhirnya dibebaskan pada pukul 10.00 karena polisi tidak menemukan masalah lain dalam mendakwanya.

Bendera Bintang Kejora West Papua… dilarang. Gambar: SIBC

“Polisi mengatakan dia ditahan karena dia mengenakan BK kaos. Polisi mengatakan dia mengganggu PON XX Papua [20th National Games], kata Saudara Sasior.

“Dilarang memakai sesuatu dengan BK desain. Saudara Frater Anton tidak [show] sengaja karena ia mengenakan pakaian dua lapis.

Ketika tim favoritnya menang, dia melompat-lompat dan membuka baju luarnya sehingga polisi bisa melihat setelan di bawahnya dengan BK desain.

“Dia dipanggil dan dibawa ke Polres Kota Jayapura. Polisi mengatakan mereka masih menunggu kepala unit intelijen tiba, jadi kami [also] masih menunggu,” jelas Sasior saat dihubungi Suara Papua melalui telepon dari Sorong.

Hal senada juga dituturkan Evenisus Kowawin yang mengatakan Syufi ditahan karena memakai Bintang pagi T-shirt menonton pertandingan sepak bola.

“Saudara Anton ditangkap karena memakai BK kemeja. Polisi melihat baju itu, lalu menyeretnya keluar, menginterogasinya dan kemudian membawanya ke polisi distrik. Dia saat ini masih di kepolisian [station]Kowawin menjelaskan.

Diterjemahkan oleh James Balowski untuk IndoLeft News. Sedikit disingkat karena pengulangan. Judul asli artikel tersebut adalah “Pakai Baju Bintang Kejora Saat Nonton Pertandingan PON, Kakak Ditahan Polisi di Jayapura”.

READ  Ivan Gunawan buka suara usai foto prewedding dengan Bella Aprilia
More from Benincasa Samara
India memiliki 4 pelaut yang bersaing di Tokyo untuk pertama kalinya dalam sejarah Olimpiade
Kontingen India akan memiliki empat pelaut yang berkompetisi di Tokyo akhir tahun...
Read More
Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *