Puncak Kembar Indonesia

Seorang astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) mengambil foto dua gunung api strato yang berdekatan di Jawa, pulau terpadat di Indonesia. Gunung Sundoro dan Gunung Sumbing adalah dua puncak berbentuk kerucut simetris di provinsi Jawa Tengah yang merupakan bagian dari rantai gunung berapi yang lebih besar dari timur ke barat. Kedua puncak naik lebih dari 3.000 meter (10.000 kaki) di atas permukaan laut dan masih aktif, meskipun belum meletus sejak tahun 1730 (Sumbing) dan 1971 (Sundoro).

Daerah paling terang di sekitar dasar dua gunung berapi termasuk daerah pertanian intensif; ini kontras dengan hutan gelap di lereng yang lebih tinggi. Puncak Sumbing dan Sundoro cukup tinggi sehingga puncak berbatu berada di atas garis pepohonan.

Tanah vulkanik yang kaya yang mengelilingi puncak sangat subur, menawarkan lahan pertanian produktif di wilayah Jawa Tengah ini. Iklim tropis Indonesia juga memberikan curah hujan dan sinar matahari yang melimpah. Tanaman utama di wilayah ini adalah padi, ditanam di sawah irigasi. Tanaman dataran rendah lainnya termasuk jagung, tebu, dan kopi.

Foto astronot ISS065-E-31847 diakuisisi pada 10 Mei 2021, dengan kamera digital Nikon D5 menggunakan panjang fokus 200 milimeter. Ini disediakan oleh ISS Crew Earth Observation Facility dan Earth Sciences and Remote Sensing Unit dari Johnson Space Center. Gambar tersebut diambil oleh salah satu anggota Awak Ekspedisi 65. Gambar telah dipotong dan ditingkatkan untuk meningkatkan kontras, dan artefak lensa telah dihapus. NS Program Stasiun Luar Angkasa Internasional mendukung laboratorium dalam kerangka Laboratorium Nasional ISS untuk membantu para astronot mengambil foto Bumi yang akan menjadi nilai terbesar bagi para ilmuwan dan publik, dan untuk membuat gambar-gambar ini tersedia secara bebas di Internet. Gambar tambahan yang diambil oleh astronot dan kosmonot dapat dilihat di NASA / JSC Gerbang ke fotografi astronot Bumi. Keterangan oleh Laura Phoebus, Jacobs, kontrak JETS di NASA-JSC.

READ  Terumbu karang purba mengungkap gempa paling lambat di dunia berlangsung selama 32 tahun

Written By
More from Faisal Hadi
Produksi jagung di Indonesia meningkat
JAKARTA, INDONESIA – Peningkatan luas panen dan membaiknya kondisi ekonomi diharapkan dapat...
Read More
Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *