Sajith Premadasa dari SJB ditunjuk sebagai presiden sementara Sri Lanka: laporan | berita Dunia

Oposisi utama Sri Lanka Samagi Jana Balawegaya (SJB) pada hari Senin dengan suara bulat memutuskan untuk menunjuk Sajith Premadasa untuk sementara jabatan presiden.

SJB mengatakan sekretaris partai Ranjith Madduma Bandara mengajukan proposal dan itu didukung oleh ketua partai Marsekal Sarath Fonseka selama kaukus yang diadakan sore ini, lapor Newswire.

SJB memiliki hampir 50 anggota parlemen di parlemen dan untuk memenangkan suara di parlemen diperlukan dukungan 113 anggota parlemen.

Baca juga | PM Sri Lanka Wickremesinghe menyesalkan serangan di rumahnya, bersumpah untuk melindungi konstitusi

Sementara itu, pemimpin oposisi Sajith Premadasa mengatakan dia siap untuk melindungi tanah air dan membangun ekonomi negara, News 1st melaporkan.

Dalam sebuah pernyataan kepada media, Sajith Premadasa mengatakan oposisi siap mempelopori program menstabilkan negara dan membangun ekonomi negara.

Pemimpin Oposisi mengatakan tidak ada solusi lain selain penunjukan pemerintah yang dipimpin oleh presiden baru dan perdana menteri.

Para pemimpin partai Sri Lanka telah memutuskan untuk memilih presiden baru pada 20 Juli melalui pemungutan suara di Parlemen sesuai dengan ketentuan Konstitusi, kata Presiden Mahinda Yapa Abeywardhane hari ini.

Dia mengatakan telah diputuskan untuk bersidang dengan Parlemen Jumat ini (15) dan menginformasikan DPR bahwa ada lowongan di Ketua DPR sesuai dengan ketentuan Konstitusi, Daily Mirror melaporkan.

“Pencalonan presiden akan dilakukan pada 19 Juli dan pemungutan suara akan diadakan pada 20 Juli untuk memilih presiden baru,” katanya.

Para pemimpin juga memutuskan untuk membentuk pemerintahan multi-partai di bawah presiden baru dan mengambil langkah-langkah untuk terus menyediakan layanan penting.

Perkembangan itu terjadi setelah ribuan orang menyerbu ke rumah presiden di Fort pada hari Sabtu. Visual dramatis datang dari kediaman resmi PM di mana mereka terlihat bermain papan karambol, tidur di sofa, menikmati taman dan menyiapkan makanan untuk makan malam.

READ  AS sanksi 11 perusahaan Cina atas pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang

Presiden Gotabaya Rajapaksa dan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe keduanya mengumumkan akan mundur dari jabatannya setelah protes oleh rakyat jelata Sri Lanka meningkat.

More from Casildo Jabbour
Kasus diajukan untuk penangkapan mantan PM Rajapaksa, enam lainnya dalam serangan terhadap pengunjuk rasa damai
Presiden Gotabaya Rajapaksa (kanan) menyapa Ranil Wickremesinghe saat upacara pelantikan Ranil Wickremesinghe...
Read More
Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *