Sarawak mengirimkan 105 ton oksigen cair ke Kalimantan Barat

Kapal tanker Indonesia memuat peti kemas LOX dari Sarawak ke Tebedu CIQS yang akan mengangkut kargo ke Pontianak. – Gambar Chimon Upon

TEBEDU (28 Juli): Sarawak telah mengirimkan tujuh Liquid Oxygen Containers (LOX) dengan total 105 ton ke provinsi tetangga di Indonesia, Kalimantan Barat, kata Wakil Ketua Menteri Tan Sri Datuk Amar Dr James Jemut Masing.

Dia mengatakan pengiriman itu termasuk tiga kontainer yang dikirim melintasi perbatasan pada 23-24 Juli, dan empat kontainer lainnya dikirim dalam upacara simbolis hari ini.

Dia menjelaskan, pemberian LOX ke Kalbar menyusul adanya permintaan bantuan dari Indonesia akibat peningkatan jumlah kasus Covid-19 di sana.

“Pemerintah Indonesia sudah meminta bantuan berupa paket sembako di Sarawak sekitar beberapa bulan lalu.

“Dan sekarang, karena lonjakan kasus, mereka bertanya kepada kami apakah kami memiliki oksigen cadangan. Kami bilang sudah, tapi kami tidak bisa mengirim sebanyak itu karena kami harus memesan beberapa untuk diri kami sendiri,” katanya kepada media di Kompleks Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, dan Keamanan (CIQS) Tebedu hari ini setelah serah terima.

Masing (kanan) dan Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengepalkan tangan usai penyerahan tabung oksigen secara simbolis. – Foto Chimon Upon

Masing, yang juga Menteri Infrastruktur dan Pengembangan Pelabuhan, meyakinkan Sarawak bahwa ada cadangan oksigen yang cukup di negara bagian itu jika terjadi puncak kasus Covid-19.

“Kami ingin membantu Indonesia saat dibutuhkan, tetapi pada saat yang sama kami perlu melindungi Sarawak jika ada lonjakan kasus. Kita harus punya cadangan sendiri,” ujarnya.

Sebelumnya dalam sambutannya, Masing mengatakan bahwa perusahaan yang berbasis di Kuching, Linde EOX Sdn Bhd, sedang menangani pengiriman peti kemas dengan rekan-rekan mereka di Indonesia.

READ  Ilmuwan membuat pakaian Iron Man untuk mempercepat misi penyelamatan

Dia mencontohkan, berdasarkan ketentuan yang disepakati oleh Sarawak Disaster Management Committee (SDMC), pergerakan peti kemas dan pengangkut dari Kuching terbatas pada CIQS di Tebedu.

Ia mengatakan, syarat lainnya antara lain menerima titik tukar antara Tebedu CIQS dan Entikong CIQS (lintas batas), dan untuk kepatuhan penuh terhadap prosedur operasi standar (SOP) seperti pembawa harus memakai masker ganda, kontak fisik minimal, penggunaan tangan. pembersih dan desinfeksi segera kapal tanker setelah digunakan.

“Untuk alasan kemanusiaan dan hubungan diplomatik bilateral yang erat, pemerintah Sarawak telah setuju untuk mengizinkan dan membantu dalam penyediaan dan ekspor pasokan oksigen darurat ke Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.

“Transaksi dilakukan secara komersial, dengan kedua pemerintah hanya memfasilitasi prosesnya,” kata Masing.

Masing menambahkan bahwa dalam kapasitasnya sebagai ketua panitia pengawasan perbatasan Sarawak, ia telah menugaskan sekretariat yang dipimpin oleh sekretaris tetap kementeriannya, Datu Safri Zainuddin, untuk membantu proses pengiriman sesuai dengan prosedur yang ditetapkan untuk memastikan kelancaran dan keamanan pengiriman peti kemas. . .

“Seperti yang kita ketahui bersama, pandemi Covid-19 membuat negara tetangga kita Indonesia mencatat gelombang kasus hingga suplai oksigen mereka kini berada pada level kritis,” ujarnya.

Turut hadir dalam upacara tersebut adalah Menteri Pendidikan, Riset Sains dan Teknologi Datuk Amar Michael Manyin Jawong, yang merupakan anggota Majelis Tebedu, dan pejabat senior pemerintah, termasuk Wakil Menteri Luar Negeri dan wakil presiden SDMC, Datu Ik Pahon Joyik.

Delegasi Indonesia yang dipimpin Pangdam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal Muhammad Nur Rahmad turut hadir dalam acara tersebut.

Saat ditemui wartawan kemudian, Muhammad atas nama pemerintah Indonesia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sarawak yang telah membantu pengiriman tangki oksigen.

READ  Dilihat sebagai pemborosan uang, haruskah misi Stasiun Luar Angkasa dihentikan?

“Sebagai komandan yang bertanggung jawab untuk memastikan keamanan pengiriman, kami akan memantau secara ketat operator untuk memastikan kedatangan yang aman di Pontianak,” katanya.

Pada 22 Juli, Ketua Menteri Datuk Patinggi Abang Johari Tun Openg mengumumkan bahwa negara akan membantu memasok oksigen ke Kalimantan Barat, Indonesia, karena kekurangan oksigen dalam menghadapi pandemi Covid19 yang semakin intensif.






Written By
More from Faisal Hadi

Info Gempa: mag rendah. 3.9 gempa

Gempa berkekuatan rendah 3,9 pada kedalaman 73 km 8 Mei 23:00 UTC:...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *