Teddy menuding Rizky Febian kurang memperhatikan bintang, Rizky Febian geram

Jakarta, Insertlive

Tampaknya perkelahian yang terjadi antara Teddy dan anak-anak almarhum Untuk menutup dan Lina Jubaedah tidak hanya tentang warisan. Kini Teddy mulai meledek anak-anak Sule bahwa mereka tidak bisa menjadi saudara tiri yang baik bagi adik-adik Bintang.

Sejauh ini, Rizky Febian dan Putri Delina Tidak pernah memperhatikan tuduhan yang dilontarkan Teddy terhadap mereka. Rizky dan Putri pun datang ke Bandung untuk menemui Teddy pada Rabu (16/12/2020) kemarin.

Namun sebenarnya Teddy tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Hanya pengacara yang hadir mewakili Teddy untuk bertemu Rizky Febian dan Putri Delina.

“Saat pertemuan kemarin, Teddy tidak ada. Jadi saat kami tanyakan kepada pengacara mereka, mereka tidak bisa menjawab,” kata Rizky.

Mendengar bahwa putranya disebut negatif oleh Teddy, tentu saja ayah Sule suka emosional. Rizky Febian pun menilai respons sang ayah wajar saja jika anaknya diprovokasi orang lain.

“Wajar bapaknya marah, karena anaknya dicerna. Kalau anak jatuh sakit hati, harus dirawat. Jadi wajar saja, ada pihak lain yang mencemarkan nama baik dan mencemarkan nama baik, marah,” ucapnya saat jumpa pers, Sabtu (19/12/2020).

“Ayahnya sangat perhatian dan suportif,” katanya.

Rizky pun mengatakan selama ini dirinya dan Putri selalu memperhatikan adik tirinya. Meski bukan adik, pria yang akrab disapa Iky ini menganggap Bintang sebagai adiknya juga.

“Kemudian dari pihak mereka sangat disayangkan Dede Bintang mengatakan tidak pernah mendapat perhatian yang baik. Saya dapat kabar, sedih banget, karena bagaimanapun juga. Kakakku, adik Putri juga, “katanya.

“Kalau dibilang saya tidak pernah merawat bintang dede, saya juga masih punya banyak bukti. Buktinya, saat itu De Bintang dijaga istrinya Pak Ecet. Pak Ecet itu orang yang waktu itu bersama almarhum ibunya. Pak Ecet yang menjaga De Bintang, ”pungkas Rizky.

READ  Tanggapan Slamet Maarif atas Kemarahan Nikita Mirzani atas Doa Habib Rizieq



[Gambas:Video Insertlive]

(kpr / kpr)

More from Benincasa Samara
Diperlukan ‘Kebijakan Pengakuan’ untuk Kemajuan Papua – Opini
Vidhyandika D Perkasa (The Jakarta Post) PREMIUM Jakarta Jum 22 Oktober 2021...
Read More
Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *