Umat ​​Katolik Indonesia bersiap untuk perayaan Paskah virtual

Indonesia

Sekitar 1.627 misionaris Katolik dan awam Indonesia diharapkan untuk mengikuti program dari 70 negara

Umat ​​Katolik Indonesia merayakan Malam Paskah tahun ini di Gereja Paroki St. Joseph di Jakarta Timur. (Foto: Katharina R. Lestari/UCA News)

Diterbitkan: 07 Mei 2022 01:15 GMT

Diperbarui: 07 Mei 2022 01:17 GMT

Lebih dari 1.600 umat Katolik Indonesia dari 70 negara akan berpartisipasi dalam perayaan Paskah virtual pertama yang diselenggarakan oleh lima kelompok Katolik.

Acara 7 Mei ini merupakan kerjasama antara Persatuan Wartawan Katolik Indonesia, Misionaris Indonesia, Ikatan Umat Beragama Indonesia di Roma, Jaringan Keluarga Katolik Indonesia dan Ikatan Cendekiawan Katolik Indonesia.

KBRI Tahta Suci akan mensponsori program yang akan diselenggarakan melalui Zoom dengan tema “Indonesia di Benua”.

Salah satu penyelenggara, Albertus Magnus Putut Prabantoro, mengatakan sekitar 1.627 misionaris Katolik dan awam Indonesia dari berbagai negara termasuk Australia, Kamboja, Hong Kong, India, Kazakhstan, Kenya, Myanmar, Rusia, Thailand dan Vietnam telah mendaftar untuk program tersebut.

Acara akan dimulai dengan misa khusus yang dipimpin oleh imam Indonesia yang berbasis di Roma, Pastor Leonardus Mali.

“Kami ingin menunjukkan kepedulian kami terhadap misionaris Indonesia. Kami ingin menjadi teman mereka dalam perjalanan mereka sehingga mereka tidak pernah merasa sendirian,” kata Prabantoro kepada UCA News pada 6 Mei.

“Paus Fransiskus secara tegas menyebut Indonesia sebagai pulau panggilan. Oleh karena itu, dalam konteks ini, Indonesia tidak hanya berarti Gereja Katolik Indonesia, tetapi juga bangsa Indonesia secara keseluruhan”.

Dia mengutip pesan Paus Fransiskus yang disampaikan selama perayaan Ekaristi bersama para anggota Institut Hidup Bakti dan Serikat Hidup Kerasulan pada bulan Februari.

“Paus Fransiskus secara tegas menyebut Indonesia sebagai pulau panggilan. Dengan demikian, dalam konteks ini, Indonesia tidak hanya berarti Gereja Katolik Indonesia, tetapi juga bangsa Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya.

Pastor Mali, penasihat program tersebut, mengatakan misionaris Indonesia dan umat Katolik awam yang tinggal di luar negeri “merupakan bagian integral dari elemen nasional Indonesia.”

“Mereka adalah ‘Duta Besar Indonesia’ yang mempromosikan nilai-nilai budaya Indonesia seperti keragaman dan kerukunan serta nilai-nilai Kristiani terkait budaya Indonesia di tanah misi mereka,” katanya.

“Dan itu merupakan penegasan bagian utama dari peradaban Gereja Katolik Indonesia yang membangun rumah bersama bernama Indonesia.”

Frans Simarmata, seorang Katolik Indonesia yang berbasis di Australia dan koordinator Jaringan Keluarga Katolik Indonesia, mengatakan program bahasa Indonesia akan memenuhi kebutuhan spiritual umat awam Katolik Indonesia yang tinggal di luar negeri.

Sabda Ilahi Pastor Baltasar Lukem, seorang misionaris Indonesia yang berbasis di Rusia, mengatakan merayakan Paskah adalah peristiwa penting yang akan memberi energi pada misionaris Indonesia di seluruh dunia.

“Ini akan menjadi waktu bagi misionaris Indonesia yang melayani di berbagai negara untuk bertemu dan saling menguatkan. Ini juga akan menjadi waktu bagi mereka untuk berbagi kesaksian, ”katanya.

berita terbaru

READ  Bagaimana Red Bulls menyesuaikan diri dengan kehidupan di dalam gelembung
Written By
More from Suede Nazar
Penyair Varavara Rao pindah ke rumah sakit setelah beberapa permintaan dari keluarga, aktivis
Varavara Rao di rumah sakitIBT kreatif Meskipun beberapa permintaan dari keluarga dan...
Read More
Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *