Video podcast dengan Sisca Soewitomo Lost, itulah tebakan Deddy Corbuzier

JAKARTA, KOMPAS.com – Pembawa acara Deddy Corbuzier harus berusaha sekuat tenaga untuk bisa download podcast video chat dengan Ratu Boga Indonesia, Sisca Soewitomo.

Pasalnya, video tersebut menghilang beberapa menit setelah pertama kali diunggah ke YouTube.

Di channelnya, Deddy juga melihat tanda dollar berwarna kuning yang menandakan konten video tersebut dianggap sensitif.

Baca juga: Pengunjuk rasa: Haruskah DPR diundang ke podcast Deddy Corbuzier?

Setelah tim produksinya sekuat tenaga mencoba berbagai cara, akhirnya ia bisa mengunggah ulang podcastnya bersama Sisca Soewitomo.

Namun, Deddy harus menambahkan perkenalan di awal.

“Saya tidak mengerti bahwa video saya dengan Ibu Sisca bisa hilang atau dihapus, diturunkan atau diturunkan. Oleh siapa pun yang saya tidak kenal, saya tidak ingin menuduh siapa pun,” kata Deddy Corbuzier, dikutip di kanal YouTube miliknya. , Sabtu (10/10/2020).

Deddy kemudian mencoba mengulang percakapannya dengan chef legendaris tersebut.

Baca juga: Deddy Corbuzier mengunggah video lain dengan Sisca Soewitomo dihapus YouTube muncul dolar kuning

Namun, dia merasa pembahasan di podcastnya tidak peka.

Deddy kemudian mengajak penonton untuk menyaksikan isi diskusi.

“Apakah ada sesuatu yang sensitif? Kurasa aku menyerang beberapa bagian, tidak. Menyerang pemerintah, tidak. Tidak juga menyerang pihak oposisi, orang-orang membicarakan tentang memasak. Benarkah?” murni bicara tentang memasak, ”kata Deddy Corbuzier.

Baca juga: Video bingung Deddy Corbuzier dengan Sisca Soewitomo dihapus YouTube

Namun, ayah satu anak ini menduga video tersebut dianggap sensitif.

“Mungkin ada kata-kata Bu Sisca yang menyerang lomba memasak, dia tidak setuju karena ada macam-macam. Ada yang bisa peka, tapi tidak terlalu peka, ”kata Deddy Corbuzier.

More from Benincasa Samara
Wes Anderson menyatukan kembali bintang di Cannes untuk “The French Dispatch”
Wes Anderson sedang mengumpulkan pemeran bintang untuk surat cintanya kepada jurnalisme “The...
Read More
Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *