Visa nomad Indonesia akan memungkinkan pekerja jarak jauh untuk tinggal di Bali bebas pajak selama 5 tahun

Indonesia sedang mempertimbangkan untuk memperkenalkan visa yang memungkinkan pekerja jarak jauh untuk tinggal di sana bebas pajak selama 5 tahun, asalkan pendapatannya berasal dari bisnis di luar Indonesia.

Visa nomad Indonesia akan memungkinkan pekerja jarak jauh untuk tinggal di Bali bebas pajak selama 5 tahun (Foto: Reuters)

Indonesia sedang mempertimbangkan untuk memperkenalkan visa yang memungkinkan pekerja jarak jauh untuk tinggal di sana bebas pajak. Menteri Pariwisata Indonesia Sandiaga Uno mengumumkan proyek lima tahun “digital nomad visa” awal bulan ini.

Menurut Bloomberg, menteri mengatakan kepada wartawan bahwa dia berharap dapat menarik hingga 3,6 juta wisatawan asing dengan langkah tersebut. Dia menambahkan bahwa visa yang diusulkan akan memungkinkan pekerja lepas di seluruh dunia atau mereka yang bekerja dari jarak jauh untuk hidup pulau seperti Baliasalkan penghasilannya berasal dari usaha di luar Indonesia.

Menteri juga mengungkapkan bahwa keputusan untuk memperkenalkan visa nomaden berasal dari penelitian yang menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Bali, adalah tujuan paling “prioritas” bagi pekerja jarak jauh yang berpartisipasi dalam penyelidikan.

Menteri juga mengumumkan niatnya untuk lebih menekankan pada retret spiritual dan ekowisata. “Dulu, tiga S itu adalah: matahari, laut, dan pasir. Kami bergerak menuju ketenangan, spiritualitas dan keberlanjutan. Dengan cara ini kami mendapatkan kualitas yang lebih baik dan dampak yang lebih baik pada ekonomi lokal,” kata Uno kepada sebuah portal media.

Ide memperkenalkan visa nomaden digital awalnya direncanakan pada tahun 2021. Namun, terbengkalai karena kasus Covid-19.

“Sekarang pandemi sudah terkendali dan semua kementerian terlibat dan bekerja sama di sisi kesehatan kantor imigrasi, kami percaya ini adalah waktu yang tepat untuk menghidupkan kembali ide ini,” kata Uno kepada media.

READ  Mengapa di Myanmar ratusan ribu orang belum pernah mendengar tentang Covid-19

Written By
More from Suede Nazar
Tingkat keparahan pasien dengan Covid-19 tidak selalu disebabkan oleh penyakit penyerta
Laporan wartawan Jogja Tribune Maruti Asmaul Husna TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Ahli epidemiologi...
Read More
Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *