Menara tanda tangan pencakar langit tertinggi di Indonesia hampir selesai

Pencakar langit tertinggi di Indonesia yang diberi nama Autograph Tower dengan tinggi mencapai 382,9 meter akan segera rampung.

Dibangun oleh PT Putragaya Wahana, Menara Tanda Tangan terletak di Wilayah Thamrin Sembilan, Jakarta Pusat. Kursus Thamrin diselenggarakan oleh Panduan bagus untuk Jakarta bertujuan untuk melihat kemegahan sekaligus mengetahui sejarah di balik berbagai bangunan tersebut.

Seorang pemandu wisata bernama Farid menjelaskan bahwa ke depan, dua menara tertinggi di Indonesia ini akan saling bersebelahan.

Di sebelah menara tanda tangan super tinggi, di sebelah kanan akan ada Menara Cahayasedikit lebih pendek, hanya berbeda sekitar 20-30 meter,” jelas Farid.

Meski progres konstruksi sudah mencapai 95% sejak Oktober 2021, namun gedung tersebut belum sepenuhnya rampung dan belum siap digunakan. Sejauh ini hanya bagian atas yang telah selesai tanpa perlu tambahan.

Ketika selesai, Menara Autograph akan berfungsi sebagai kantor, hotel mewah Waldorf Astoria, apartemen, sekolah internasional, dek observasi dan taman langit.

Pekerjaan konstruksi fisik yang dilakukan oleh PT Acset Indonusa Tbk menggunakan product impor dengan kualitas terbaik. Selain itu, Autograph Tower telah mendapatkan sertifikat platinum dari BCA Green Mark karena dinilai mengutamakan berbagai fitur ramah lingkungan.

Dengan demikian, tidak hanya baik untuk lingkungan tetapi juga membawa efisiensi ideal bagi penggunanya. Fitur ramah lingkungan ini, seperti ruang terbuka hijau, taman vertikal, pengolahan air dan limbah, parkir sepeda, dan desain dan fitur arsitektur khusus ada untuk menjaga suhu inside dan menghemat energi, energi.

Gedung tertinggi di belahan bumi selatan

Menurut Direktur PT Putragaya Wahana Nevins Lie, Autograph Tower juga merupakan gedung tertinggi di belahan bumi selatan. Diharapkan akan selesai pada kuartal ketiga tahun ini.

READ  Indonesia berjuang untuk mencapai Rs 1.200 ton dalam investasi baru

Kehadiran Autograph Tower secara resmi akan menyandang predikat Gama Tower di Kuningan yang sebelumnya merupakan gedung tertinggi di Indonesia.

“Kenapa dulu kita tidak memiliki gedung-gedung tinggi karena peraturan pemerintah yang lama tidak mengizinkannya. Bahkan di sekitar Monas tidak ada bangunan yang lebih tinggi dari tugu. Ketinggian monumen ini hanya sekitar 132 meter. Namun, pada akhirnya peraturan ini direvisi sehingga kini banyak dijumpai gedung-gedung tinggi dan gedung pencakar langit di kota Jakarta. Menara tanda tangan ini bisa menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia,” Menjelaskan Farid.

Written By
More from Faisal Hadi
Ekonomi China pulih, tumbuh 4,9% pada Q3 2020
Jakarta, CNBC Indonesia – Perekonomian Tiongkok secara teratur pulih dari puncak (Covid-19)...
Read More
Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *