Metode analisis gambar baru dapat meningkatkan pengobatan skizofrenia

New image analysis method may improve schizophrenia treatment

Para peneliti telah mengembangkan alat untuk meningkatkan analisis information magnetic resonance imaging (fMRI) fungsional yang dapat membuka jalan untuk meningkatkan pengobatan skizofrenia.

Metode analisis gambar yang dikembangkan oleh para peneliti di Universitas Maryland, Baltimore County (UMBC) di AS disebut analisis vektor independen (IVA) untuk ekstraksi ruang bagian umum (CS).

Dalam studi tersebut, orang sehat yang tidak tidur selama satu malam menunjukkan gejala yang mirip dengan skizofrenia.cling_in_there / Flickr

Melalui metode ini, mereka dapat mengkategorikan subkelompok knowledge MRI fungsional berdasarkan aktivitas otak, membuktikan bahwa ada hubungan antara aktivitas otak dan penyakit psychological tertentu, kata penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal NeuroImage.

Pasien skizofrenia menggunakan knowledge MRI fungsional

Secara khusus, mereka mampu mengidentifikasi subkelompok pasien skizofrenia menggunakan facts MRI fungsional yang mereka analisis. Sebelumnya, tidak ada cara yang jelas untuk mengelompokkan skizofrenia pada pasien berdasarkan pencitraan otak saja, tetapi metode yang dikembangkan oleh para peneliti UMBC menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara aktivitas otak pasien dan analysis mereka.

“Bagian yang paling menarik adalah kami menemukan subkelompok yang diidentifikasi memiliki signifikansi klinis dengan melihat gejala diagnostik mereka,” jelas Qunfang Prolonged, Ph.D. kandidat di UMBC.

“Temuan ini mendorong kami untuk lebih berupaya mempelajari subtipe pasien skizofrenia menggunakan data neuroimaging.”

Otak

OtakIANS

Pekerjaan mereka dapat membantu dalam prognosis dan perawatan pasien dengan penyakit psychological yang sulit diidentifikasi. Ini juga dapat menunjukkan kepada praktisi medis apakah perawatan saat ini telah atau belum berfungsi berdasarkan pengelompokan gambar.

“Sekarang metode berbasis details telah mendapatkan popularitas, sebuah tantangan besar telah menangkap variabilitas untuk setiap mata pelajaran sambil secara bersamaan melakukan analisis pada dataset fMRI dari sejumlah besar mata pelajaran,” kata Tulay Adali, Profesor di UMBC.

“Sekarang kita dapat melakukan analisis ini secara efektif, dan dapat mengidentifikasi pengelompokan mata pelajaran yang bermakna,” kata Adali.

READ  "The Arms You Raise In Adore adalah Kekuatanku:" Amitabh Bachchan, COVID-19 Positive, Menulis Untuk Penggemarnya
More from Casildo Jabbour

Syed Ali Shah menolak Nishan-e-Pakistan dari PAK inilah alasannya

Geelani menolak penghargaan PakIANS Pemerintah Pakistan menganugerahkan penghargaan sipil tertinggi, Nishan-e-Pakistan kepada...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *