Presiden harus membuka ruang dialog

Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat menghadiri Kongres Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) XVIII di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (3/8/2018). (Sumber: KOMPAS.com/Andi Hartik)

JAKARTA, KOMPAS TV – Ex Panglima TNI Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo membicarakan gelombang protes yang dipimpin masyarakat pada Kamis (8/10/2020).

Seperti diketahui, sejumlah kelompok terdiri dari siswa, pekerja, siswa dan bagian masyarakat lainnya menunjukkan penolakan hukum apapun UU Penciptaan Karya.

Gatot yang juga Presidium Koalisi Aksi Penyelamatan Indonesia (WE), mengatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi jangan takut dengan gelombang demonstrasi massa.

Baca juga: Presiden Jokowi butuh nasehat dari PP & Perpres tentang UU penciptaan lapangan kerja

Memang, menurut Gatot, protes yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di sekitar Istana Negara Jakarta, adalah akibat dari sikap DPR dan pemerintah yang dinilai lalai. suara publik sebagai tanggapan terhadap RUU tentang penciptaan karya.

Alih-alih mendengarkan publik, DPR dan pemerintah justru mempercepat pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi UU pada Senin (5/10/2020).

“Tindakan (protes) yang terjadi sebenarnya merupakan hasil keputusan DPR dan presiden yang mengabaikan mereka karena tidak memperhatikan aspirasi pekerja, kampus, guru besar,” kata Gatot Nurmantyo dalam sambutannya. siaran pers resmi dikutip, Sabtu (10/10/2020).

READ  Allu Arjun berterima kasih kepada Harish dan yang lainnya setelah 3 tahun menjadi DJ; itu salah satu film saya yang paling berkesan
Written By
More from Suede Nazar
Gesture menarik dari game ‘Call of Duty’ di tengah kekhawatiran simbol kebencian
Para pemain di permainan tembak-menembak populer “Call of Duty: Modern Warfare” tidak...
Read More
Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *