Alamak! Penjualan ritel anjlok, 5 saham ritel hancur

Jakarta, CNBC Indonesia Mayoritas emiten yang bergerak di sektor ritel diperdagangkan di zona merah setelah facts dirilis oleh Financial institution Indonesia (BI) penjualan eceran yang tercermin dari indeks penjualan eceran (RPI) Juli 2020 dikontrak 12,3% YoY.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada awal sesi II Rabu (9/9/2020), terlihat saham 5 emiten ritel itu turun.




Terlihat bahwa harga saham di sektor ritel terpukul turun dengan koreksi terparah dipimpin oleh PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) yang turun 3,10% ke amount harga Rp 625. / motion.

Penurunan terjadi setelah RALS merilis laporan keuangan terburuknya. Manajemen RALS menjelaskan masalah laba bersih perseroan yang turun 99% dalam 6 bulan pertama tahun ini dibanding periode yang sama tahun 2019.

“Penjualan bruto kuartal II 2020 memberikan kontribusi terbesar yakni 77,5% karena penutupan issue of sale, batasan jam buka toko dan menurunnya daya beli masyarakat,” ungkapnya. tulis manajemen, dalam keterangannya, dikutip CNBC Indonesia, Selasa (8/9). / 2020).

“Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal Maret lalu berdampak sangat signifikan terhadap kegiatan operasional Ramayana, khususnya pada kuartal kedua tahun 2020.”

Sedangkan koreksi paling tipis dibukukan oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang “hanya” turun 1,52% hingga mencapai level harga Rp 650 / saham.

Dulunya BI Dilaporkan, penjualan eceran yang tercermin dari Indeks Penjualan Ritel (RPI) menurun 12,3% pada Juli 2020 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (dari tahun ke tahun/ YoY). Penjualan ritel tidak luput dari kontraksi delapan bulan berturut-turut.

Bahkan pada Agustus 2020, BI memperkirakan penjualan ritel akan terus menurun dengan kontraksi DPI 10,1% yr-on-12 months. Dengan demikian, rantai kontraksi penjualan eceran berlangsung hingga sembilan bulan berturut-turut.

Kabar baiknya adalah kontraksi penjualan ritel terus menurun. Sejak mencapai “kerak neraka” pada Mei 2020, laju penurunan HKI berangsur-angsur menurun.

“Peningkatan penjualan diperkirakan untuk hampir semua kelompok produk yang disurvei, dengan penjualan kelompok makanan, minuman dan tembakau mencatat kontraksi terkecil, tumbuh -1,9% year-on-12 months. Hal ini sejalan dengan meningkatkan daya beli masyarakat dan menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), ”tulis laporan BI tersebut.

TIM PENELITI CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

READ  Promosi Superindo hari ini adalah diskon terakhir, 13 September 2020!

(trp / trp)


Written By
More from Faisal Hadi

Hati-hati, satelit NASA akan jatuh ke Bumi

KAMI Online, Washington – Sebuah satelit yang diluncurkan oleh NASA atau Badan...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *