Hashim Djojohadikusumo: Susi Pudjiastuti melarang budidaya lobster, itu halaman buruk segalanya

JAKARTA, KOMPAS.com – Politisi partai Gerindra serta adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Hashim Djojohadikusumo mengatakan kebijakan Susi Pudjiastuti melarangnya. penanaman Lobster pada saat itu terjadi kebingungan.

Sebab, menurutnya Indonesia berpotensi menjadi negara adidaya melalui budidaya hasil laut dan perikanan, termasuk budidaya lobster. Dengan cara ini Indonesia bisa mengalahkan Vietnam.

“Kebijakan mantan menteri (Susi Pudjiastuti) itu sangat keliru. Mantan menteri melarang budidaya lobster, tidak hanya ekspor. Penanaman lobster dilarang, didilarangitu salah, ”kata Hasyim di Jakarta, Jumat (12/4/2020).

Baca juga: Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti Sindir saling ekspor benih lobster ke kapal tenggelam

Larangan ekspor dan budidaya lobster tertuang dalam Peraturan Menteri Nomor 56 Tahun 2016. Terbitnya peraturan ini merupakan titik balik bagi benih lobster untuk tidak diekspor ke Vietnam yang merupakan importir utama. goreng negara.

Hingga 2019, jajarannya berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara senilai Rs 1,37 triliun akibat ekspor ilegal kentang goreng Prancis.

Namun, menurut Hasyim, banyak nelayan yang masih membudidayakan lobster yang ditangkap karena kebijakan Susi.

“Padahal yang banyak menderita adalah nelayan. Menurut para ahli, Sara (Saraswati / calon wakil walikota Tangsel) ditangkap. Banyak nelayan yang ditangkap. nelayan miskin ditutup. Di Jawa Barat, Jawa Timur, NTT, NTB, ”kata Hasyim.

Lebih lanjut dia menggarisbawahi bahwa perusahaannya telah bergerak di bidang kelautan dan perikanan selama 34 tahun. Namun, sejak izin ekspor benur dalam proses Mei lalu, PT Bima sakti mutiara tidak pernah diekspor sekali.

Pasalnya, masih ada empat dokumen yang diperoleh PT Bima Sakti Mutiara yang sebelumnya bergerak di bidang budidaya mutiara ini.

Keempat dokumen tersebut termasuk sertifikat perilaku budaya Lobster bagi eksportir, surat keterangan instalasi karantina ikan, surat keterangan cara budi daya yang baik dan surat penetapan batas waktu pelepasan benih lobster.

READ  Posting Sussanne Khan Untuk Hrithik Roshan Mendapat Komentar Dari Aktor Mom Pinkie

“Padahal, hingga saat ini PT Bima Sakti Mutiara belum atau masih menunggu penyelesaian izin ekspor. Masih tertunda,” kata Hotman di Jakarta, Jumat (4/12). 2020).

Setidaknya masih ada empat dokumen yang diperoleh PT Bima Sakti Mutiara yang sebelumnya bergerak di bidang budidaya mutiara.

Keempat dokumen tersebut antara lain Sertifikat Penangkaran Lobster untuk Eksportir, Sertifikat Fasilitas Karantina Ikan, Sertifikat Praktek Pembiakan yang Baik, dan Surat Penetapan Waktu Pelepasan Benih Lobster.

Baca juga: Bruder de Prabowo tentang ekspor benih: Saya merasa difitnah, dihina, difitnah

Dokumen yang tidak lengkap berarti PT Bima Sakti Mutiara belum memiliki izin ekspor.

“Tapi sejauh ini kami belum mengekspor lobster. Saya ingin membaliknya karena hampir semua teman saya, bahkan keluarga kami, mengira kami sudah memiliki izin lobster. Selama ini kami tidak, tolong diluruskan. Kami merasa dizholimi, ”pungkasnya.

Penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo atas dugaan korupsi kasus izin ekspor benih lobster berujung pada marga Prabowo dan Partai Gerindra yang notabene muncul. juga masuk dalam daftar eksportir benih lobster.

Pada Juli, Edhy beralasan bukan politisi partai dalam daftar calon ekspor yang memutuskan. Amanat tersebut dikeluarkan oleh tim yang terdiri dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Direktorat Jenderal Kebudayaan, dan BKIPM.

Tim tersebut juga melibatkan Inspektorat Jenderal dan diawasi oleh Sekretaris Jenderal. Selama tim tidak bermain sesuai aturan, Edhy menegaskan tidak segan-segan mencabut lisensinya.

“Kalau ada yang mengira ada orang Gerindra, kebetulan saya orang Gerindra, tidak masalah. Saya siap dikritik untuk ini. Tapi coba hitung berapa orang yang sudah diceritakan? Mungkin tidak lebih dari 5 orang atau 2 orang yang saya kenal, ”kata Edhy dalam Raker tersebut. bersama Komisi IV DPR RI, Senin (7/6/2020).

READ  "Sudah waktunya" untuk membawa anak-anak kembali ke sekolah

Baca juga: Hashim Djojohadikusumo: Keluarga kami tidak ada hubungannya dengan PT ACK

Written By
More from Suede Nazar

Mumbai Mencari Kasus Covid Single-Day Terendah Dalam 3 Bulan

Kasus Mumbai Coronavrius: Kota ini melaporkan 1.033 kasus COVID-19 pada hari Senin...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *