Nilai-nilai ini paling tinggi pada bulan Oktober, analis menyarankan agar berhati-hati

GAMBAR. Seorang kasir melayani klien di kantor Cabnag BIS Syariah Kebun Jeruk di Jakarta pada hari Selasa, 13 Oktober. / pho KONTAN / Carolus Agus Waluyo / 10/13/2020.

Wartawan: Kenia Intan | Editor: Tendi mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Beberapa saham mencatatkan kenaikan harga yang signifikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang Oktober 2020. Sepuluh saham dengan kenaikan harga terbesar naik antara 61% hingga 188,34%

Mengutip data dari Bloomberg, PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) hingga 188,34% menjadi Rp 470. Setelah itu disusul oleh PT Financial institution Permata Tbk (BNLI) hingga 93,97% dengan harga Rp2.250.000. Ada juga PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) yang meningkat 82,69% menjadi Rp 95.

Dengan urutan sebagai berikut, harga saham PT Bank QNB Indonesia (BKSW) membukukan kenaikan 81,16% menjadi Rp 125. PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) meningkat 75,34% menjadi Rp 128. PT Nusantara Almazia (NZIA) meningkat 74,19% menjadi Rp 216 dan PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) meningkat 70,76% menjadi Rp 292.

Baca juga: Mayoritas bursa Asia turun pada Kamis (29/10).

Sedangkan tiga saham terakhir yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan adalah PT Cipta Selera Murni Tbk yang naik 69,93% menjadi Rp 520, PT Bank BRISyariah Tbk (RUSAK) meningkat 64,67% menjadi 1235 dan BAJA meningkat 61,40% menjadi Rp 92.

Meski mencatatkan kurs tertinggi pada Oktober 2020, analis menyarankan tetap berhati-hati terhadap saham-saham ini.

Analis Sucor Sekuritas Indonesia Hendriko Gani mengatakan investor sebenarnya bisa mengikuti tren kenaikan harga beberapa saham. Namun, trader perlu lebih berhati-hati dan menganalisis likuiditas sahamnya. “Karena saham-saham tersebut memiliki likuiditas yang relatif kecil,” kata Hendriko kepada Kontan.co.id, Kamis (29/10).

READ  Liburan panjang, lihat jadwal 27 perjalanan kereta api jarak jauh dari Jakarta

Hendriko mengamati dari sepuluh saham tersebut, hanya BRIS dan BNLI yang memiliki perasaan positif. BRIS mewarnai sentimen merger financial institution syariah Sementara itu, BNLI didorong oleh rencana Bangkok Bank untuk mengubah BNLI menjadi financial institution Buku IV. Seperti halnya saham lainnya, sebenarnya tidak ada sentimen yang berpengaruh signifikan terhadap harga sahamnya.

Baca juga: Minggu depan IHSG akan melemah dipicu penurunan pasar saham worldwide

William Hartanto, Analis Panin Sekurtias, juga menilai hanya BNLI dan BBRI yang memiliki sentimen positif yang mempengaruhi pergerakan sahamnya. Sedangkan penyebab kenaikan harga saham lainnya belum diketahui.

Oleh karena itu, William cenderung menyarankan investor untuk memperhatikan saham-saham yang pergerakannya dilatarbelakangi oleh sentimen positif. Namun menurut William, secara teknis saham BRIS terlihat lebih menarik. “Ada perbedaan di 1,125 itu bisa menjadi tingkat awal dan concentrate on harga Rp 1.500, ”kata William kepada Kontan.co.id, Rabu (28/10).

DONASI, dapatkan kupon free of charge!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menghadirkan artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terima kasih atas perhatiannya, terdapat voucher hadiah gratis yang bisa digunakan saat berbelanja di TOKO SELAMAT.


Written By
More from Faisal Hadi

IHSG akan terus menguat pada Rabu (25/11), saham tersebut juga mengalami kenaikan

GAMBAR. Pada Selasa (24/11), IHSG akhirnya ditutup menguat ,85% di 5.701,03. Wartawan:...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *