Resmi! Gojek mengakuisisi 22% Financial institution Jago!

Jakarta, CNBC Indonesia– Gojek akhirnya mengumumkan investasi di PT Lender Jago Tbk (ARTO) yang merupakan bank berbasis teknologi di Indonesia. Aksi korporasi ini merupakan bagian dari rencana investasi jangka panjang dan kemitraan strategis untuk mempercepat inklusi keuangan di Indonesia.

Kerja sama ini menandai kolaborasi antara dua perusahaan teknologi ciptaan anak Tanah Air, Gojek, pelopor “ super application ” di Asia Tenggara yang telah memberikan dampak positif berskala besar di Indonesia, dan Lender Jago, Financial institution berbasis teknologi dengan layanan perbankan electronic untuk UMKM dan berbagai lapisan masyarakat Indonesia. .

Kolaborasi ini juga menambah lini kerja sama yang telah dilakukan Gojek dan GoPay dengan berbagai lembaga keuangan untuk memberikan layanan keuangan kepada ekosistem Gojek sejak tahun 2017.


Tujuan utama dari kolaborasi strategis ini adalah menyediakan layanan perbankan electronic melalui platform Gojek, sehingga jutaan pelanggan Gojek dapat membuka rekening Lender Jago dan lebih mudah mengelola keuangannya melalui aplikasi Gojek. Kolaborasi ini juga membuka potensi kolaborasi dengan berbagai lembaga keuangan dan perbankan lainnya untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

Pangsa digital banking di Indonesia sangat besar. Indonesia adalah negara terbesar keempat di dunia dengan populasi yang tidak memiliki rekening lender. Lima puluh dua persen dari populasi orang dewasa – atau sekitar 95 juta – tidak memiliki rekening lender dan lebih dari 47 juta orang dewasa tidak memiliki akses yang memadai ke kredit, investasi dan asuransi.

Sedangkan di sisi lain, penetrasi smartphone di Indonesia mencapai 70% -80% Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur masyarakat Indonesia sudah siap untuk electronic banking.

Investasi di bisnis jasa keuangan dan pembayaran electronic ini menjadikan Gojek sebagai pemegang 22% saham Lender Jago. Pelaksanaan transaksi ini tidak mengubah penguasaan saham Bank Jago. PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) dan Wealth Monitor Technology (WTT) tetap menjadi pemegang saham mayoritas dengan whole kepemilikan 51%.

READ  Kinerja rekor yang bagus, dengan prospek pertambangan dan saham keuangan

Andre Soelistyo, Co-CEO Gojek, mengatakan investasi di Financial institution Jago merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang yang akan memperkuat pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis Gojek di masa depan. Kerja sama dengan Financial institution Jago merupakan pencapaian baru Gojek dalam memberikan berbagai solusi permasalahan sehari-hari melalui teknologi.

Lender teknologi seperti Lender Jago akan memperkuat ekosistem Gojek dan membuka akses yang lebih besar ke layanan perbankan electronic bagi masyarakat Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan visi kedua perusahaan untuk mempercepat inklusi keuangan di Indonesia.

“Kolaborasi ini akan menjadi awal dari cara baru untuk menghadirkan layanan keuangan kepada pengguna Gojek. Melalui kerjasama ini, kami juga dapat mengembangkan design agar dapat bermitra dengan berbagai institusi perbankan lainnya. Kami ingin terus meningkatkan jenis kolaborasi ini, agar aplikasi Gojek semakin banyak. tulang punggung masyarakat untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka yang beragam, ”kata Andre yang mengepalai tiga unit bisnis Gojek, yaitu pembayaran electronic (GoPay), layanan keuangan seperti PayLeter dan solusi B2B serta service provider.

Kharim Siregar, Chairman dan Director Bank Jago, mengatakan pihaknya bangga dan berharap bisa bekerja sama dengan Gojek yang memiliki jutaan konsumen dan mitra bisnis di seluruh Indonesia. Kami akan saling melengkapi karena Financial institution Jago memiliki pengalaman dan keahlian dalam memahami kebutuhan finansial masyarakat Indonesia. “

“Kolaborasi strategis antara financial institution teknologi seperti Jago dan super applications seperti Gojek ini merupakan yang pertama di Indonesia dan Asia Tenggara. Kolaborasi yang mendalam ini akan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi electronic Indonesia dan dapat terus menjadikan Indonesia tuan rumah di negaranya sendiri. Sebagai lender teknologi yang dirancang khusus dengan sistem open up API, kami juga akan bekerja sama dengan pemain lain di ekosistem electronic untuk memperluas akses keuangan sekaligus mewujudkan aspirasi kami untuk meningkatkan peluang pertumbuhan jutaan orang melalui solusi keuangan digital yang berfokus pada kehidupan, ”kata Kharim.

READ  Kemarin 5 saham ini "dimiliki", 2 di antaranya dimiliki Bakrie!

Bank Jago didirikan pada tahun 1992 dengan nama PT Lender Artos Indonesia (Lender Artos). Pada tahun 2020 Lender Artos berubah nama menjadi PT Bank Jago Tbk sebagai bagian dari transformasi perusahaan menjadi bank berbasis teknologi (financial institution electronic). Hal ini sejalan dengan aspirasi perusahaan untuk meningkatkan peluang tumbuhnya masyarakat melalui layanan keuangan dengan memanfaatkan teknologi.

[Gambas:Video CNBC]

(baterai / baterai)


Written By
More from Faisal Hadi

Panjang Umur, Ini 4 Tokoh Konglomerat Indonesia di Atas 90 Tahun

JAKARTA, KOMPAS.com – Majalah Forbes baru saja menerbitkan daftar 50 Orang terkaya...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *