Meutya Hafid vs Hasto Soal Jangan Tarik TNI ke Dalam Politik – Bolamadura

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid dan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, telah terlibat dalam perbedaan pendapat terkait kasus kekerasan yang melibatkan oknum TNI terhadap relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali, Jawa Tengah. Dalam perbedaan pendapat tersebut, Hasto Kristiyanto menyinggung netralitas TNI dalam kasus tersebut dan menduga bahwa oknum TNI tersebut bertindak didukung oleh simpatisan Prabowo. Menurut Hasto, Prabowo sendiri belum memberikan tanggapan yang memadai terkait kekerasan tersebut.

Namun, Meutya Hafid berpendapat bahwa kasus di Boyolali seharusnya lebih difokuskan pada aspek hukum daripada politik, dan TNI harus tetap netral dalam persaingan politik. Menurut Meutya, pelanggaran dan kekerasan harus ditindak tegas tanpa memandang bulu, baik itu dilakukan oleh oknum TNI maupun simpatisan partai politik.

Meutya juga mengajak masyarakat untuk tidak mencurigai TNI dan menegaskan bahwa TNI memiliki tingkat kepercayaan publik yang tinggi. Survei dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menempatkan TNI sebagai lembaga dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi.

Meutya Hafid juga mengingatkan pentingnya memisahkan politik dan hukum, serta memisahkan oknum dan institusi TNI. Oleh karena itu, dalam menghadapi kasus ini, perlu dilakukan investigasi yang obyektif dan transparan untuk mengungkap kebenaran di balik kekerasan tersebut.

Di sisi lain, Hasto Kristiyanto memberikan tanggapan atas pernyataan Meutya Hafid. Ia menegaskan bahwa Prabowo tidak pernah mendukung atau memberikan bantuan apapun kepada oknum TNI yang terlibat dalam kasus kekerasan tersebut. Hasto juga menegaskan bahwa Prabowo sangat mengecam segala bentuk kekerasan dan bahwa tindakan tersebut tidak tercermin dari semangat demokrasi dan politik yang bersih.

Dalam menghadapi perbedaan pendapat yang muncul, diharapkan ada upaya kolaborasi antara Komisi I DPR dan PDIP untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi kasus kekerasan ini. Dengan demikian, diharapkan kasus kekerasan ini dapat segera diselesaikan secara adil dan membawa keadilan bagi korban yang terlibat.

Written By
More from Suede Nazar
Indonesia namai ibu kota baru Nusantara, setujui perubahan Jakarta
(CNN) — Indonesia telah menamai ibu kota barunya Nusantara, karena anggota parlemen...
Read More
Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *