Prinsip penerapan cahaya buatan, kombinasi fungsi dan estetika – Semua halaman

Dokter. Arwin Amir |

Cahaya buatan membuat taman nyaman di malam hari.

IDEAOnline-Hanya menikmati rumah di malam hari?

Hal ini biasa dialami masyarakat saat ini, terutama masyarakat perkotaan di perkotaan.

Berangkat pagi dan pulang sore.

Jadi, tidak hanya pada siang hari, pada malam hari, rumah harus nyaman dan asri.

Itu saat dibutuhkan cahaya buatan yang berperan sebagai lampu utama dalam rumah menggantikan cahaya alami.

Kebutuhan ini menjadi rutinitas sehari-hari dan harus dipenuhi.

Karena segala aktivitas malam hari pasti akan terhambat jika tidak ada cahaya buatan.

Kembali pada hari-hari ketika listrik tidak ditemukan, cahaya obor kayu, cahaya minyak tanah, lilin, cahaya gas, adalah jenis sumber cahaya buatan yang banyak digunakan.

Begitu listrik ada di sana cahaya listrik hadir dan banyak digunakan sebagai penerangan di malam hari.

Baca juga: Ini adalah perjalanan inovasi pencahayaan pintar, membuat hidup nyaman dan mudah

Ilustrasi - Cahaya buatan tidak hanya terang.

Ilustrasi – Cahaya buatan tidak hanya terang.

Yang mana yang akan digunakan sudah pasti boleh-boleh saja, namun harus diingat bahwa jenis sumber cahaya tertentu akan menentukan atmosfer ruang yang dihasilkan.

1. Tidak hanya flamboyan dan bercahaya

Layaknya cahaya alami, yang dalam penggunaannya harus disaring dan dikelola, cahaya buatan (lampu) juga harus direncanakan dengan sebaik-baiknya agar kehadirannya menciptakan kenyamanan dan memudahkan aktivitas yang Anda lakukan.

Anda tidak bisa begitu saja mencolokkannya.

Namun, Anda harus memperhatikan banyak faktor terkait cahaya yang bisa dihasilkan oleh lampu itu sendiri.

Cahaya yang terlalu terang dari sebuah lampu akan membuat mata kita lebih cerah.

Sebaliknya, jika cahaya kurang, mata akan terus tertampung hingga cepat lelah.

READ  Planet Venus akan menjadi milik Rusia

Penggunaan cahaya buatan harus memenuhi beberapa syarat agar tidak mengganggu kesehatan mata.

Baca juga: Bagaimana mengatur arah cahaya di kamar tidur, jangan abaikan jendela!

Ilustrasi-Lampu tidak menghasilkan panas.

FeedZig

Ilustrasi-Lampu tidak menghasilkan panas.

2. Jangan menyebabkan panas

Pencahayaan buatan seharusnya tidak menyebabkan peningkatan suhu udara.

Jika ini terjadi, coba turunkan suhunya.

Ventilasi, AC atau pengaturan kipas bisa menjadi solusi untuk masalah ini.

3. Intensitas yang tepat

Sumber cahaya (lampu) harus mampu memberikan penerangan dengan intensitas konstan, merata, tidak berkedip, silau atau menimbulkan bayangan yang mengganggu.

Baca juga: Fungsinya terus berkembang, gunakan lampu untuk membuat 4 hal ini

Ilustrasi-Setiap kegiatan memiliki jenis lampu yang berbeda.

sementara. fotos.habitissimo.es

Ilustrasi-Setiap kegiatan memiliki jenis lampu yang berbeda.

4. Fungsi berbeda, pencahayaan berbeda

Pencahayaan ruang membutuhkan perencanaan yang matang.

Setiap rumah memiliki kebutuhan pencahayaan yang berbeda.

Bagaimana cara mengukur akurasi?

Di sinilah intervensi konsultan diperlukan Petir, sehingga sumber cahaya yang Anda gunakan akan memberikan efek yang diinginkan dan sesuai dengan yang Anda butuhkan.

Cahaya yang sampai ke ruangan (benda) harus sesuai dengan fungsi dan kebutuhan ruangan, serta sesuai dengan kebutuhan penerangan setiap orang yang melakukan aktivitas.

Oleh karena itu, aplikasi pencahayaan harus memperhatikan tingkat cahaya yang dibutuhkan.

Umumnya cahaya yang berasal dari sumber cahaya ini akan digunakan untuk tiga hal yaitu bekerja, membaca dan sebagai unsur estetika pada ruang.

Tingkat cahaya yang dibutuhkan setiap orang juga berbeda-beda tergantung dari: umur, ukuran benda yang dilihat, tingkat dan jenis pekerjaan yang dilakukan.

Baca juga: Pencahayaan kamar mandi, berikut adalah pilihan dan pengaturan lampu

#sharingIDEA

READ  Ngeri, 7 Deskripsi ilmiah keadaan bumi saat matahari mati

Video Unggulan


KONTEN YANG DIPROMOSIKAN

Written By
More from Faisal Hadi

Siap gali seharga Rp 1 T, Garudafood Caplok 55% saham keju Prochiz

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemancar konsumen milik raja Sudhamek, PT Garudafood Putra...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *